Bagi orang yang mempunyai hobi berwisata, 
traveling dan sering tugas ke luar kota, tentu saja sajian menu wisata kuliner jadi salah satu agenda perjalanan. Repotnya kadang tidak semua menu yang kita temukan selama perjalanan cocok dengan kondisi tubuh kita. Bagi sebagian orang sih kebal – kebal saja makanan jenis  apapun, tapi ada orang yang peka dengan rangsangan makanan tertentu maupun  riskan dengan jaminan kebersihan makanan. Akibatnya setelah makan terserang penyakit diare dan sebagainya.

Memang kalau sudah lapar dalam perjalanan kadang kita seringkali mengabaikan alarm penting untuk mencari tempat kuliner yang bukan hanya nikmat tapi juga sehat. Mungkin tampaknya hal ini sepele saja, tetapi berakibat fatal bagi kesehatan tubuh kita. Saya juga hobi traveling  dan tugas ke luar kota. Bawa makanan sendiri memang sehat tapi belum tentu sempat. Membeli di luar juga beresiko, terlebih jika bumbunya  instan. Tapi  sebenarnya ada tidak  sih cara meminimalisir resiko itu? Saya ada sedikit tips. Nah apa saja sih hal yang perlu kita perhatikan saat terpaksa harus makan di luar rumah?

Kebersihan tempat kuliner dan kebersihan penjualnya.

Kebersihan tempat dan kebersihan penjual adalah point penting. Misalnya meja makan dan sekitarnya tidak dikerumuni lalat. Penjualnya berpakaian rapi dan tampak bersih ( sudah mandi itu harus he he he) . Paling tidak hal ini sudah menjadi jaminan awal bahwa pengolahannya juga lumayan lebih bersih. Ketersediaan air juga perlu dilirik. Batalkan rencana wisata kulinermu jika di situ hanya ada seember kecil air untuk cuci piring dan gelas.

Pilihan  hidangan yang disajikan.

Sebisa mungkin carilah menu dengan sajian yang  masih panas maupun baru di masak, misalnya roti bakar, nasi goreng, soto panas, sate bakar, bubur panas, ikan bakar dan ikan goreng, cah sayuran segar yang baru ditumis. Penyajian dalam kondisi panas minimal akan mengurangi resiko ada kuman – kuman. Hindari makanan yang tampaknya sudah dihangatkan berkali- kali .Kecuali kuliner sejenis es tidak mungkin panas he he he. Oya  hati – hati minum es teh dengan es batu yang balok, berpotensi mengandung kuman lho. Kita tidak tahu air untuk buat es diambil dari mana.

Pilihan sensasi rasa kekhasan bumbu

Mengukur kemampuan lambung dan diet  khusus untuk yang mempunyai riwayat penyakit tertentu sebelum  menikmati sajian atau menu baru. Menikmati asal tidak berlebihan dan mengukur batas kemampuan tubuh mencerna makanan tetap penting.  Misalnya ada riwayat sakit maag hindari yang pedas dan asam, Diabetes kurangi sajian kuliner yang terlalu manis. Punya sakit hipertensi ya kurangi  makanan yang asin. Setiap daerah ada kekhasan bumbu yang dominan yang perlu diperhatikan, misalnya masakan Jawa tengah cenderung manis, masakan Padang cenderung pedas asin, masakan Maluku dan Indonesia timur cenderung beraroma rempah.

Kandungan zat Gizi

Nah ini penting. Dalam perjalanan wisata kadang kondisi tubuh kita agak drop. Jika ada referensi wisata kuliner yang cukup bersih dan bergisi itu jadi tujuan utama. Misalnya menu spesial  STMJ panas, telur setengah matang, roti bakar, cah daun ginseng, menu andalan sup ikan Tuna, menu sup  brokoli , jus kesehatan segar,  soto ayam kampung dan sebagainya. Makanan yang dikukus atau direbus akan lebih sehat daripada gorengan. Hindari junk food dan makanan yang digoreng tapi dengan tampilan minyak goreng di wajan yang sudah menghitam. Segera balik kanan, telan ludah dan tinggalkan saja.  Walaupun promosinya menggiurkan tapi  pengolahannya berpotensi pencetus kanker dan kolesterol.

Pengunjung atau pembeli

Jumlah pengunjung atau pembeli ini bisa dijadikan salah satu jaminan bahwa masakan selalu baru dan cepat habis. Kadang rumah makan yang sepi pengunjung terpaksa menghangatkan sisa makanan dan dijual kembali. Jika yang dihangatkan berkali – kali masakan bersantan bisa menumpuk kolesterol dalam tubuh. Belum lagi jika ada makanan berjamur dan bau, lebih baik relakan saja uangnya dan pindah tempat cari menu yang  baru.

Selamat berwisata kuliner semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *